Kamis, 07 September 2017

Waktu Kita

Waktu terlalu jahat pada kita.
Dia berjalan lambat saat kita terhalang jarak.
Namun berlari cepat saat kita berpeluk erat.
Sehingga rindu datang, dan bertambah semakin berat.
Namun sekarang waktu terhenti.
Untuk berjalan kembali pada saat yang dinanti.
Waktu, berbaik hatilah.
Cepat sampaikan aku, pada saat yang dinanti itu.

Sabtu, 01 Juli 2017

Jatuh Cinta?


Ah, maafkan aku jika tulisanku kali ini membuatmu mual. Jujur saja aku sedang berbunga-bunga. Haha menggelikan sekali bukan? Seperti bukan aku untuk menceritakan hal-hal seperti ini. Tapi untuk sesekali tak apa bukan?


***

Jika banyak orang sering merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, tidak halnya denganku.
Aku jatuh cinta pada pandangan ke-seribu atau ke-duaribu?
Entahlah, tidak penting juga pada padangan keberapa.
Yang terpenting, kau selalu dapat membuatku jatuh cinta berkali-kali.
Tidak hanya sekali, tidak hanya saat berjumpa pertama kali.
Tidak hanya di tahun pertama, tidak hanya di awal kita bersama.
Namun disaat aku merasa biasa saja, kau selalu saja dapat membuatku jatuh cinta.
Seperti halnya malam itu, entah aku jatuh cinta padamu untuk yang keberapa kalinya.
Perbincangan tengah malam, singkat, sederhana, namun sangat berkesan.
Entah apa yang membuat pipiku begitu merasa panas.
Hal yang kita perbincangkan, atau pesan yang kau sampaikan?
Ah wajahmu menyiratkan sejuta makna.
Tatapanmu yang entah menerawang sejauh mana.
Aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan hingga senyummu begitu terlihat berbeda.
Bukan senyum bahagia, bukan senyum yang sering kulihat sebelumnya.
Sungguh, hal itu membuatku merasa…..jatuh cinta?
Hahahahahaha memikirkannya saja aku sudah ingin tertawa.
Sebenarnya aku tidak suka untuk mengakuinya.
Namun terimakasih selalu membuatku merasa seperti ini.
Akhir-akhir ini kau sering sekali melakukannya.
Entah sadar atau tidak, entah sengaja atau mengalir begitu saja.
Aku tetap menyukainya.


Sabtu, 1 Juli 2017

Salam 65!

Sabtu, 11 Maret 2017

Cermin

Pada hari itu,
Dalam perjalanan menuju rumahku
Aku menemukan sebuah cermin
Cermin yang sangat indah, sungguh

Aku sangat menyukainya
Sampai sampai aku tak mau menyimpannya dalam tasku
Aku menggenggamnya
Namun,
Ada beberapa kerikil yang membuatku terjatuh
Hingga cerminku pun pecah

Beruntung aku menemukan seluruh pecahannya
Hingga aku mampu untuk menyusunnya kembali
Namun,
Aku hanya mampu menyusunnya di tanah


Aku tak bisa membawanya
Karena apabila aku ambil,
Cermin itu akan hancur kembali
Cermin itu akan tetap utuh jika aku membiarkannya tersusun di atas tanah ini

Menurutmu apa yang harus aku lakukan?
Membiarkannya tetap disini, utuh, namun aku tak bisa membawanya pulang
Atau aku tetap membawanya pulang,
Namun hanya pecahannya, tak bisa utuh
Lalu aku susun kembali saat aku tiba dirumah nanti
Dan aku rekatkan dengan perekat yang sangat kuat?

Namun akan ada resiko, mungkin tanganku akan berdarah dalam perjalanan, karena pecahan cermin itu yang begitu tajam....

Aku menunggu jawabanmu :)