Kamis, 11 Februari 2021

Aku Bersyukur Atas Kehidupanku

Akhir-akhir ini aku mendengar curahan hati dari beberapa teman terdekatku

Berbagai masalah yang sedang mereka hadapi

Masalah yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya

Karena jika diliat "tampak luarnya" mereka baik-baik saja


Banyak dari kita yang mungkin sering membandingkan kehidupan kita dengan orang lain

Bahkan mungkin saat sedang asyik bermain sosial media, terlintas "ih enak ya jadi dia"

Hanya karena kita melihat kehidupannya dalam satu menit

Satu menit yang terlihat begitu indah


Atau saat kita melihat sebuah foto yang diunggahnya

Terlintas di pikiran "kapan ya aku kaya gitu"

Padahal itu hanyalah sebuah foto yang menunjukkan satu sisi dari ribuan sisi di hidupnya

Namun kita merasa kehidupannya paling bahagia 


Semua orang punya kisah hidupnya masing-masing

Jadi jangan pernah membandingkan hidup kita dengan yang lain

Karena bisa jadi mereka memiliki masalah yang kita tidak akan sanggup menghadapinya

Hidup manusia itu satu paket, susah dan bahagia

Jadi jangan mau enaknya saja


Mungkin, kebahagian yang mereka dapatkan jauh lebih diatas kita

Namun masalah yang mereka hadapi juga jauh lebih berat dari masalah kita

Kita hanya perlu mensyukuri hidup kita

Tanpa membanding-bandingkan dengan kehidupan orang lain


Bersyukur atas kebahagian yang kita peroleh

Mungkin, ada orang diluar sana yang mengharapkan ada di posisi kita saat ini

Juga bersyukur atas masalah yang kita hadapi

Mungkin, ada orang diluar sana yang menghadapi masalah yang lebih berat dari kita saat ini


***

Ada yang saat SMA nilainya bagus, tapi harus berjuang tes sana sini untuk masuk kampus impiannya

Ada yang saat SMA nilainya biasa saja, tapi masuk kampus impiannya dengan begitu mudahnya


Ada yang lulus kuliah begitu cepatnya, tapi menunggu waktu untuk mendapatkan pekerjaan

Ada yang lulus kuliah terlambat, tapi pekerjaan langsung menghampirinya


Ada petinggi perusahaan yang terlihat berkecukupan, tapi pikirannya tak tenang

Ada tukang becak yang pendapatannya pas-pasan, tapi tidur nyenyak di tengah siang


Ada pasangan muda yang cepat menikah, tapi menunggu waktu mendapatkan keturunan

Ada yang butuh waktu untuk menikah, tapi disegerakan mendapatkan keturunan


Ada keluarga yang kaya raya, tapi keluarganya tidak harmonis

Ada keluarga menengah kebawah, tapi begitu bahagia dan harmonisnya

***


Bersyukurlah atas kehidupanmu saat ini, karena tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah.

Berhenti membandingkan kehidupanmu dengan orang lain, karena kita tidak tau masalah apa yang sedang mereka hadapi saat ini.

Sabtu, 15 Juni 2019

Satu Tahun

Hai.
Aku kembali.
Dari kesibukanku setahun terakhir ini.
Awal tahun lalu aku beralih, tetap menulis, namun skripsi.
Saat ini aku ingin kembali, berbagi cerita, menumpahkan isi hati.
Entah aku akan kembali ke masa itu, atau melanjutkan ceritaku di masa nanti.

***

Hari ini, Sabtu tanggal 15 Juni.
Aku yang sedang duduk sendiri, ditemani hidangan soal matematika yang siap untuk dinikmati :)

Sabtu, 17 Februari 2018

Lupa

Terkadang, cinta memang lupa.
Lupa untuk tidak egois.
Lupa untuk saling menjaga hati.
Lupa untuk tetap bertahan melanjutkan mimpi.

Sampai pada akhirnya mewajarkan.
Karena lupa adalah tabiat manusia.
Lalu belajar untuk melupakan.
Hal-hal yang yang terlupakan oleh cinta.

Lupa, cepat bawa rasa kecewaku pergi.
Cinta, cepat bawa rasa yang hilang kembali.
Bukankah kau buta?
Maka, janganlah kau lihat rasa kecewa ini lagi.
Biarlah berlalu menjadi satu bukti bahwa aku mencintainya sampai nanti.

Sabtu, 27 Januari 2018

Karena Cinta

Bintang, mungkin malam ini kau melihatku terjaga lagi.
Menyempatkan satu malam untuk memikirkannya.
Dengan segala rasa yang ada.
Dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Apakah kau tau, bintang?
Tentang cinta yang tak kasat mata.
Namun, tercermin dari perilaku kita.
Benarkah itu?

Tapi taukah kau terkadang cinta juga tersembunyi?
Dibalik keras dan tegasnya seseorang.
Dibalik egois dan keras kepalanya seseorang.
Dan dibalik masa bodoh dan takutnya seseorang.

Dulu, aku bersembunyi dibalik masa bodoh itu.
Berusaha tidak peduli terhadap apa yang akan terjadi.
Entah sesuai harapan ataupun tidak.
Aku tidak peduli.

Namun sekarang, aku bersembunyi dibalik rasa takut ini.
Bodoh memang, aku akui.
Namun inilah yang aku alami.
Terlalu takut berharap, hingga akhirnya berusaha menghilangkan harapan itu.

Jahat? Benar.
Aku memang terlalu egois untuk melindungi diriku sendiri.
Agar tidak jatuh, agar tidak tersakiti.
Menjaga sebisa mungkin untuk bisa terlihat aku bisa sendiri.

Jika aku mampu, akan ku kendalikan perasaanmu.
Jika aku mampu, akan ku kendalikan pikiranmu.
Jika aku mampu, akan ku kendalikan sikapmu.
Namun, semesta pun tau bahwa aku takkan mampu.

Karenanyalah rasa takutku muncul.
Yang mampu menutupi rasa cintaku dengan sempurna.
Maka, aku hanya mampu untuk berdoa.
Agar pergi rasa takutku, agar bertambah rasa percayaku.

Cinta, kau takkan marah bukan kujadikan alasan atas rasa takutku ini?

Kamis, 07 September 2017

Waktu Kita

Waktu terlalu jahat pada kita.
Dia berjalan lambat saat kita terhalang jarak.
Namun berlari cepat saat kita berpeluk erat.
Sehingga rindu datang, dan bertambah semakin berat.
Namun sekarang waktu terhenti.
Untuk berjalan kembali pada saat yang dinanti.
Waktu, berbaik hatilah.
Cepat sampaikan aku, pada saat yang dinanti itu.

Sabtu, 01 Juli 2017

Jatuh Cinta?


Ah, maafkan aku jika tulisanku kali ini membuatmu mual. Jujur saja aku sedang berbunga-bunga. Haha menggelikan sekali bukan? Seperti bukan aku untuk menceritakan hal-hal seperti ini. Tapi untuk sesekali tak apa bukan?


***

Jika banyak orang sering merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, tidak halnya denganku.
Aku jatuh cinta pada pandangan ke-seribu atau ke-duaribu?
Entahlah, tidak penting juga pada padangan keberapa.
Yang terpenting, kau selalu dapat membuatku jatuh cinta berkali-kali.
Tidak hanya sekali, tidak hanya saat berjumpa pertama kali.
Tidak hanya di tahun pertama, tidak hanya di awal kita bersama.
Namun disaat aku merasa biasa saja, kau selalu saja dapat membuatku jatuh cinta.
Seperti halnya malam itu, entah aku jatuh cinta padamu untuk yang keberapa kalinya.
Perbincangan tengah malam, singkat, sederhana, namun sangat berkesan.
Entah apa yang membuat pipiku begitu merasa panas.
Hal yang kita perbincangkan, atau pesan yang kau sampaikan?
Ah wajahmu menyiratkan sejuta makna.
Tatapanmu yang entah menerawang sejauh mana.
Aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan hingga senyummu begitu terlihat berbeda.
Bukan senyum bahagia, bukan senyum yang sering kulihat sebelumnya.
Sungguh, hal itu membuatku merasa…..jatuh cinta?
Hahahahahaha memikirkannya saja aku sudah ingin tertawa.
Sebenarnya aku tidak suka untuk mengakuinya.
Namun terimakasih selalu membuatku merasa seperti ini.
Akhir-akhir ini kau sering sekali melakukannya.
Entah sadar atau tidak, entah sengaja atau mengalir begitu saja.
Aku tetap menyukainya.


Sabtu, 1 Juli 2017

Salam 65!

Sabtu, 11 Maret 2017

Cermin

Pada hari itu,
Dalam perjalanan menuju rumahku
Aku menemukan sebuah cermin
Cermin yang sangat indah, sungguh

Aku sangat menyukainya
Sampai sampai aku tak mau menyimpannya dalam tasku
Aku menggenggamnya
Namun,
Ada beberapa kerikil yang membuatku terjatuh
Hingga cerminku pun pecah

Beruntung aku menemukan seluruh pecahannya
Hingga aku mampu untuk menyusunnya kembali
Namun,
Aku hanya mampu menyusunnya di tanah


Aku tak bisa membawanya
Karena apabila aku ambil,
Cermin itu akan hancur kembali
Cermin itu akan tetap utuh jika aku membiarkannya tersusun di atas tanah ini

Menurutmu apa yang harus aku lakukan?
Membiarkannya tetap disini, utuh, namun aku tak bisa membawanya pulang
Atau aku tetap membawanya pulang,
Namun hanya pecahannya, tak bisa utuh
Lalu aku susun kembali saat aku tiba dirumah nanti
Dan aku rekatkan dengan perekat yang sangat kuat?

Namun akan ada resiko, mungkin tanganku akan berdarah dalam perjalanan, karena pecahan cermin itu yang begitu tajam....

Aku menunggu jawabanmu :)

Kamis, 09 Juni 2016

Maaf dan Terimakasih

Maaf untuk tidak bisanya aku mengembalikan senyummu..
Maaf untuk tidak bisanya aku membuatmu lupa akan keresahanmu..
Dan maaf untuk tidak bisanya aku memberimu solusi atas segala permasalahanmu..
Namun, terimakasih kau masih menempatkanku menjadi salah satu orang berbagi kesahmu..

Selasa, 17 Mei 2016

Dirasakan tanpa Diutarakan

Mungkin, wanita memang aneh
Terkadang mereka hanya mampu merasakan tanpa mampu mengutarakannya
Bahkan yang lebih aneh, terkadang hal-hal tersebut datang begitu saja
Tanpa sebab yang jelas dan tanpa maksud yang pasti

Keanehan yang terjadi pada sebagian besar wanita itu terjadi pula padaku
Aku yang dalam satu hari ini biasa saja dapat berubah seketika
Saat petang datang, entah apa yang tiba-tiba membuat pikiranku tiba-tiba bercabang
Yang pada akhirnya membuat air mata itu jatuh tanpa kusadari

Namun, aku akan membela diri
Aku tidak se-“aneh” itu, iya tentu saja tidak
Damainya petang dan sejuknya hujan mungkin yang menjadi alasannya
Air mata yang jatuh pun bukan semata-mata aku bingung, namun dengan sebab yang pasti

Kau sering bilang padaku agar aku mencoba untuk lebih sering dalam intropeksi diri
Apa saja yang telah aku lakukan, katakan, dengarkan, atau rasakan
Yang tanpa disengaja aku telah melakukannya hari ini
Intropeksi yang bukan sekedar diam, memikirkannya, atau merenunginya


***


Dalam petang, 17 Mei 2016

Rasanya seperti ada yang sengaja menampilkan rekamanku barusan
Beberapa waktu silam yang tiba-tiba hadir di hadapanku
Waktu-waktu mudah dan sulitku
Bahagia dan sedihku, juga semua hal yang pastinya tentang aku

Semuanya mengingatkanku akan perjuangan yang harus terus aku perjuangkan
Tentang penyesalan yang harus aku pertanggungjawabkan
Tentang nikmat yang harus terus aku syukuri
Tentang kebanggaan yang harus aku pertahankan
Tentang kebohongan yang harus aku akui
Tentang amanah yang harus aku emban
Tentang kewajiban yang harus aku laksanakan
Tentang hak yang harus aku penuhi
Tentang lupa yang harus selalu aku ingat
Tentang kebaikan yang harus aku lupakan
Tentang kejahatan yang harus aku maafkan
Tentang kesalahan yang harus aku perbaiki
Dan tentang niat yang harus aku luruskan
Itu semualah yang membuat air mataku tiba-tiba jatuh
Antara rasa bahagia, haru, sedih, marah, kesal, malu, semuanya menjadi satu

Aku sadar, mungkin selama ini aku terlalu membanggakan apa yang telah aku lakukan
Pujian yang membuatku lupa bahwa sesungguhnya itu bukanlah apa-apa
Menutup mata dan telinga ketika datangnya kritikan
Memunculkan rasa acuh saat perasaan kita yang sesungguhnya mengakuinya
Apakah kalian sering merasakan ini?
Atau mungkin hanya aku yang terlalu naif?

Hanya kata maaf dan terimakasih yang aku ucapkan saat itu
Kepada orang-orang yang baru saja datang  di pikiranku
Tentang perilaku atau ucapanku terhadap mereka semua
Namun hanya dari sini, bukan langsung dihadapannya

Sesak, itulah yang aku rasakan saat ini dibalik berjuta perasaan yang muncul
Mencoba menenangkan diri dengan melantunkan ayat-Mu
Mungkin selama ini aku mendapatkan ketenangan yang salah
Atau lebih tepatnya ketenangan yang semu

Dan..seperti biasa aku hanya mampu merasakannya
Tanpa mampu mengutarakan yang sebenarnya
Bukan, bukannya aku tidak mau
Namun aku terlalu bingung dalam memulainya

Terkadang, apa yang kita ucapkan belum tentu sama seperti yang mereka dengar
Mungkin dapat menghilangkan sedikit sesak karena telah berbagi cerita itu
Namun, itulah yang aku bilang ketenangan yang semu
Bukankah kita akan lebih bebas dalam bercerita dalam doa?
Dan apa yang kita ucapkan pasti tersampaikan dengan baik tanpa ada kesalahan
Sesungguhnya Dia yang paling mengetahui isi hati bukan?
Dari sanalah kita mampu mendapatkan ketenangan yang hakiki yang sesungguhnya kita butuhkan

Namun aku tetap senang jika harus berbagi cerita
Sesungguhnya itu salah satu kebutuhan kita sebagai makhluk sosial dan aku tidak memungkiri itu
Aku suka jika harus membaginya dengan orangtuaku atau denganmu
Walaupun tidak semuanya, namun sebagian besar dari semua yang aku alami

Ini bukan tentang wanita, ini tentangku
Aku yang mampu merasakan dan mengutarakan
Namun dengan cara yang berbeda
Apakah itu dengan berdoa, menangis, bercerita, atau menulis
Tentu, setiap hal memiliki cara pengutaraan yang berbeda



Jumat, 05 Februari 2016

Sesak

Beberapa waktu belakangan ini
Aku mulai sering mendengarkan ceritanya
Cerita tentang keluarga ini
Keluarga kami

Dari banyak sisi
Dari banyak persepsi
Baik itu kemudahan
Maupun kesulitan

Mendengarkan..
Dan memberi masukan
Memberi kekuatan
Tanpa ingin menambah beban

Ingin meluapkan semuanya
Dengan tangis?
Tentu tidak, walupun sebenarnya ingin
Sampai sesak aku menahannya

Mereka bisa tentu aku juga
Karena jika aku sedih
Merekalah yang lebih merasakannya
Sungguh tak ingin mereka melihatku seperti itu

Hanya dengan doa
Di heningnya malam
Berbisik pada bumi
Hingga langit mendengarnya

Waktu..
Cepat bawalah kami
Pada masa dimana aku
Dapat mewujudkan janji itu