Kamis, 12 Februari 2015

Inilah Caraku

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengutarakan segala hal yang sedang dia pikirkan atau rasakan.
Begitupun aku, aku memiliki caraku sendiri untuk mengungkapkannya.
Entah menceritakannya kepada orang lain, menangis, atau menulis.
Menulis adalah salah satu caranya, mengapa?
Karena dengan menulis aku dapat menumpahkan segala emosiku.
Aku menulis pun dengan caraku, tentu setiap orang memiliki cara dan tujuannya masing-masing bukan?
Tidak semua masalah dapat kuungkapkan secara terang-terangan, mungkin ada bagian yang kusembunyikan.
Namun sebenarnya tanpa kalian tau maksudnya tersirat dari kata-kata yang kutuangkan.
Karena itu adalah masalah pribadiku dan tidak seharusnya semua orang mengetahuinya.
Jadi mungkin saja ada banyak makna yang muncul dari satu tulisan yang sama.
Tergantung siapa yang membacanya dan dari sudut pandang mana dia melihatnya.

Kemajemukan penafsiran ini terjadi pada salah satu postingan di blogku.
Ada seseorang yang membacanya dan dia menyimpulkannya sendiri.
Sebenarnya aku pun tidak tau apa yang ada di kepalanya, namun kata-kata yang dia tujukan padaku jelas sekali menggambarkan apa yang sedang dia pikirkan.
Dia mengutip beberapa kalimat yang terdapat dalam tulisanku itu.
Lalu membuat sebuah pertanyaan yang dia ajukan kepadaku melalui sebuah sosial media.
Entah dia yang selalu berpikiran negatif tentangku, atau memang ada kata-kata dalam tulisanku itu yang salah?
Namun jika dia memiliki penafsiran tersendiri aku pun mewajarinya.
Sudah kukatakan, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menafsirkan setiap tulisan.
Tergantung siapa yang membacanya dan dari sudut pandang mana dia melihatnya.
Namun pantaskah jika menyampaikannya melalui sosial media?
Apalagi dia mengungkapkannya seakan-akan apa yang dipikirkannya itu benar tanpa menanyakan kebenarannya kepadaku.
Apakah itu pantas?


0 komentar:

Posting Komentar